Blogger Widgets

Ceramah Maal Hijrah 1434H

Nantikan kemunculan DR MAZA di AUCMS

Az Zumar:53

Jangan berputus asa dengan rahmat Allah

10 muwasafat tarbiah

10 muwasafat tarbiah

Design Baju AISA

Mana satu design yang menarik hati anda..pilihan ditangan anda..:)

Anda yang kami cari

Terbuka kepada pelajar-pelajar baru dan lama.. Sertai kami..Persatuan Mahasiswa Islam Aucms
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

01/12/2012

8 Pelajaran


8 Pelajaran :



----->Pertama; 

Aku memperhatikan manusia, dan ternyata setiap orang mempunyai orang yang dicintainya. 
Bila sudah tiba di kuburan, maka keduanya berpisah, 
maka aku menjadikan yang kucintai adalah kebaikan-kebaikanku agar ia sentiasa bersamaku hingga dalam kubur.






----->Kedua;
Aku membaca firman Alloh,



وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى


"Dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya." 
{QS. An-Nazi'at: 40},

Maka aku berupaya keras agar jiwaku melawan hawa nafsunya, sehingga ia bersemayam di atas ketaatan kepada Alloh.



----->Ketiga;
Aku melihat siapa yang mempunyai sesuatu yang berharga, maka dia akan menjaganya, kemudian aku memperhatikan firman Alloh,



مَا عِنْدَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ



"ِApa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Alloh adalah kekal." {QS. An-Nahl: 96}



Maka setiap aku mempunyai sesuatu yang berharga, aku memberikannya kepada Alloh agar ia tetap terjaga di sisiNya.





----->Keempat;
Aku melihat orang-orang berlumba-lo\umba dalam urusan harta, kedudukan, dan kemuliaan, padahal ia bukan apa-apa, lalu aku memperhatikan firman Alloh,



إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ



"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu."



Maka aku berusaha bertaqwa agar menjadi orang mulia di sisi Alloh.






----->Kelima;
Aku melihat orang-orang saling dengki, lalu aku memperhatikan firman Alloh,



نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا



"Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia." {QS. Az-Zukhruf: 32}



Maka aku meninggalkan sifat dengki.





----->Keenam;
Aku melihat manusia saling bermusuhan, lalu aku memperhatikan firman Alloh,



إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا



"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu." {QS. Fathir: 6}



Maka aku tidak memusuhi manusia dan (sebaliknya) menjadikan setan sebagai musuh satu-satunya.
















----->Ketujuh;
Aku melihat manusia merendahkan diri mereka dalam mencari rezeki (dengan tidak memperhatikan sumber yang harom), maka aku memperhatikan firman Alloh,



وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا



"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh lah yang memberi rezekinya." {QS. Hud:6}



Maka aku menyibukkan diriku dengan apa yang menjadi hak Alloh atasku dan meninggalkan hakku di sisiNya.





----->Kelapan;
Aku melihat mereka bertawakkal (mengandalkan) perdagangan, pekerjaan, dan kesehatan tubuh mereka....



Maka aku bertawakkal kepada Alloh....



[Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Al-Imam Ibnu Qudamah rohimahulloh]



Allahu Mustaan..

25/11/2012

Connection to Most Awesome Creator



” A connection between

you and the lord of worlds, the king of heavens and
earth.. “where you put the highest part of your body
on the lowest part of the ground, only for Allah

Subhanahu wa ta’ala.”

19/11/2012

LEBIH MALU KEPADA MANUSIA DARI PADA KEPADA ALLAH??!


Wuhaib bin Al-Ward berkata,
اِتَّقِ أَنْ يَكُونَ اللهُ أَهْوَنَ النَّاظِرِيْنَ إِلَيْكَ
Jauhilah, jangan sampai Allah adalah yang paling rendah di antara orang-orang yang melihatmu (Hilyatul Auliyaa' 8/142)

Nasihat agar kita lebih takut kepada Allah dan lebih malu kepada Allah tatkala bersendirian.
Tentunya kita akan sangat malu jika tatkala bermaksiat lantas ada orang lain yang melihat kita. 
Jangankan orang dewasa yang melihat perbuatan kita, sedangkan jika anak kecil yang melihat kita sedang bermaksiat kita merasa malu, apalagi saudara kita??
apalagi sahabat dekat kita??
 teman pengajian kita??
apalagi guru kita??
Allah berfirman
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ

"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, Padahal Allah beserta mereka" (QS An-Nisaa' : 108)

Ibnu Abbaas radhiallahu 'anhumaa berkata tentang ayat ini :
يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ النَّاسِ، وَلاَ يَسْتَحْيُوْنَ مِنَ اللَّهِ

"Mereka malu kepada manusia dan mereka tidak malu kepada Allah"

Jadilah manusia lebih mereka malui daripada Allah…
jadilah Allah lebih rendah di mata mereka daripada manusia !!!
Waspadalah wahai pengguna internet…
waspadalah tatkala anda sedang bersendirian…!!!

Via Firanda.com

16/11/2012

BANYAKLAH MEMBACA AL-QU'RAN

#BANYAKLAH MEMBACA AL-QU'RAN#

Tatkala Ad-Dhiyaa' al-Maqdisi akan bersafar untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwashiat kepadanya seraya berkata :

ﺃَﻛْﺜِﺮْ ﻣِﻦْ ﻗِﺮَﺍﺀَﺓِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ، ﻭَﻻَ ﺗَﺘْﺮُﻛْﻪُ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺘَﻴَّﺴَﺮُ ﻟَﻚَ
ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﻄْﻠُﺒُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺪْﺭِ ﻣَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺃُ

"Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur'an. 
Kerana akan dipermudah ba
gimu apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu"

Ad-Dliyaa' Al-Maqdisi berkata,

ﻓَﺮَﺃَﻳْﺖُ ﺫَﻟِﻚَ ﻭَﺟَﺮَّﺑْﺘُﻪُ ﻛَﺜِﻴْﺮﺍً، ﻓَﻜُﻨْﺖُ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃْﺕُ ﻛَﺜِﻴْﺮﺍً
ﺗَﻴَﺴَّﺮَ ﻟِﻲ ﻣِﻦْ ﺳَﻤَﺎﻉِ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻛِﺘَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟْﻜَﺜِﻴْﺮِ، ﻭَﺇِﺫَﺍ
ﻟَﻢْ ﺃَﻗْﺮَﺃْ ﻟَﻢْ ﻳَﺘَﻴَّﺴَﺮْ ﻟِﻲ

"Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencubanya.


 Jika aku banyak membaca Al-Qur'an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur'an maka tidak dimudahkan bagiku" 



(Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali,3/205)

Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur'an yang berisi firman-firmanMu…


yang membacanya siang dan tengah malam…
Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai membacanya hanya karena secercah dunia
…
yang merasa dirinya sibuk…
merasa waktunya kurang... 
tidak sempat untuk membaca Al-Qur'an…akan tetapi selalu

saja sempat untuk berinternet dan bersenda gurau…

Dua golongan

Ada dua golongan yg tidak akan pernah merasa puas=-

1. Penuntut ilmu
2. Pemburu dunia.

Keduanya tidak sama.

Adapun penuntut ilmu semakin mendatangkan ridha ar-Rahman,
sedangkan pemburu dunia,semakin membuat dirinya melampui batas.

(Abdullah bin Mas'ud rahimahullah)

TERNYATA.....

# TERNYATA..... #

Ada seseorang ketika memohon kerja,
terlihat sampah lalu memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah,
dan hal itu terlihat oleh peng-interview, 
dia mendapatkan pekerjaan tersebut. 
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik...

Ada seorang anak menjadi pekerja percubaan di kedai basikal... Suatu saat ada seseorang yang men
ghantar basikal rosak untuk diperbaiki di kedai tsbut...
Selain memperbaiki basikal tsbut, si anak ini juga membersihkan
basikal hingga bersih berkilat ... Pekerja percubaan lain menertawakan perbuatannya...
Keesokan hari setelah sang empunya basikal mengambil basikal nya,
si adik kecil diambil bekerja tetap di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berjaya sangat mudah, cukup mempunyai inisiatif sedikit saja....

Seorang anak berkata kepada ibunya:
“Ibu hari ini sangat cantik.“
Ibu menjawab: “Mengapa?“
Anak menjawab: “Kerana hari ini ibu langsung tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.....

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja keras di sawah....
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.“
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja...

Seorang jurulatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?“
Ada yang menjawab:
“Cari mula dari bahagian tengah.”
Ada pula yang menjawab:
“Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab:
“Cari di rumput yang paling tinggi. “
Pelatih memberikan jawapan yang paling tepat:
“Setapak demi setapak cari dari hujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.“

Ternyata jalan menuju kejayaan sangat mudah , cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan melompat-lompat...

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:
“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab:

“Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilanggar yang lalu di situ...
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya:
“Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa:
“Kerana barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah @ tamak dan memiliki secukupnya saja.....

Keep hope alive......

15/11/2012

Osemmness of Quran


Tatkala Ad-Dhiyaa' al-Maqdisi akan bersafar(bermusafir/merantau) untuk menuntut ilmu hadits maka Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berwasiat kepadanya seraya berkata :

أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ

"Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur'an. Karena akan dipermudah bagimu
 apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu"


Ad-Dliyaa' Al-Maqdisi berkata
فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي
"Maka akupun memerhatikan hal itu dan sudah sering aku mencubanya.
Jika aku banyak membaca Al-Qur'an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al-Qur'an maka tidak dimudahkan bagiku"
(Dzail Tobaqoot Al-Hanaabilah karya Ibnu Rojab Al-Hanbali 3/205)

Wah, btol ke ni...
Klau sya bca Quran lebih, maknanya lebih banyak input yg boleh saya dapat...
Osemmmm....

Ya Allah jadikanlah kami para pecinta Al-Qur'an yang berisi firman-firm
anMu…yang membacanya siang dan tengah malam…
Janganlah jadikan kami orang-orang yang lalai membacanya hanya karena secercah dunia…yang merasa dirinya sibuk…merasa waktunya kurang... tidak sempat untuk membaca Al-Qur'an…akan tetapi selalu saja sempat untuk internetan dan bersenda gurau…

TERIMA KASIH WAHAI "MUSUHKU"


Seorang da'i berkata :

Apakah yang harus aku katakan kepada kamu wahai musuh-musuhku… 
Sungguh rasa gembira yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam…
Kamu telah benar-benar membantuku di dunia dan terlebih-lebih di akhirat…
Di akhirat kelak… 
kamu akan memikul banyak bebanku yang berat…
padahal kamu sendiri benar-benar dalam keadaan lemah…
sungguh
 ini merupakan kebaikan yang tiada bandingannya…



kamu telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala amal kebajikan kamu kepadaku, 


di saat kamu benar-benar sangat memerlukannya….


sungguh kebaikan yang tiada tara…
Wahai kamu yang menggibahku (mencela @ mengumpat)…


yang memakan hartaku…


yang merendahkan harga diriku…


yang berdusta atas namaku…


yang hobi mencari-cari kesalahanku…


sungguh kamu telah berbuat kebaikan yang tiada tara bagiku…, 


teruskanlah perjuangan kamu menzolimiku…





Sungguh aku sangat perlu dengan hadiah kamu pada hari kiamat kelak…
Aku sangat perlu "pemberian" kamu untuk memperberat timbangan kebaikanku…



Sungguh betapa bahagianya aku tatkala aku tahu bahwasanya aku tidak boleh meraih tempat yang sangat mulia hanya sekadar mengharapkan amal kebajikanku?,


Akan tetapi berkat "hadiah" kamu akupun boleh meraih kedudukan mulia tersebut….


Oleh itu, janganlah ragu-ragu untuk meneruskan perjuangan kamu menjatuhkan aku…!!!






Rasulullah bersabda,


أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


“Tahukah kamu apa yang disebut dengan orang yang muflis?”


Mereka (para sahabat) berkata,


“Orang muflis yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya(Wang Ringgit) dan tidak memiliki barang”. 


Rasulullah berkata, 


“Orang yang muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa 
amalan sholat, puasa, dan zakat. Dia datang dan 
1) Telah mencela si fulan
2) Telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar)
3) Memakan harta si fulan,
4) Menumpahkan darah si fulan
5) dan memukul si fulan. 

Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan. 
Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka” (HR Muslim no 2581)


Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwasanya si fulan telah mengghibahmu 
(mencela @ mengumpat). Maka beliaupun menghantar sepinggan makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya (mencela @ mengumpat) tersebut lalu berkata kepadanya, 

“Telah sampai khabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut”  (Wafayaatul A’yaan 2/71)


Seorang penyair berkata:


يُشَارِكُ لَكَ الْمُغْتَابُ فِي حَسَنَاتِهِ وَيُعْطِيْكَ أَجْرَ صَوْمِهِ وَصَلاَتِهِ
فَكَافِهِ بِالْحُسْنَى وَقُلْ رَبِّ جَازِهِ بِخَبْرٍ وَكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
فَيَا أَيُّهَا الْمُغْتَابُ زِدْنِي فَإِنْ بَقِيَ ثَوَابُ صَلاَةٍ أَوْ زَكاَةٍ فَهَاتِهِ


Orang yang mengghibahmu menyertakan engkau dalam memiliki kebaikan-kebaikannya
Dan ia menghadiahkan kepadamu pahala puasa dan sholatnya
Maka hendaklah engkau membalasnya dengan kebaikan dan katakanlah,





 “Wahai Tuhanku balaslah dia dengan kebaikan dan hapuslah dosa-dosanya”


Wahai orang yang menggibahku tambahlah hadiahmu kepadaku…

Jika masih tersisa pahala solatmu dan zakatmu maka berikanlah kepadaku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More